Kawanberita.id, Jakarta – PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan ritel Hypermart, menilai kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas pemerintah belum memberikan dampak signifikan terhadap bisnis maupun strategi ekspansi perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (3/6), manajemen MPPA menjelaskan bahwa KDMP merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan layanan ekonomi di wilayah desa, kelurahan, serta kawasan perdesaan.
Meski demikian, perusahaan berpandangan bahwa keberadaan KDMP saat ini belum mengubah persaingan di sektor ritel modern secara mendasar. MPPA menilai model bisnis yang dijalankannya memiliki karakteristik berbeda karena didukung format supermarket dan hypermarket serta berbagai layanan ritel yang memberikan pengalaman berbelanja yang lebih lengkap bagi konsumen.
Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto, mengatakan pihaknya tetap mencermati perkembangan program tersebut, terutama jika di masa mendatang terjadi perluasan fungsi atau cakupan operasional yang berpotensi bersinggungan dengan segmen pasar perusahaan.
“Perusahaan akan terus memonitor perkembangan KDMP, khususnya apabila terdapat perubahan skala usaha, distribusi, maupun layanan yang dapat memengaruhi area bisnis Perseroan,” ujar Mirtha.
Dari sisi rantai pasok, MPPA juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat pengaruh berarti terhadap ketersediaan produk maupun distribusi barang. Hal itu karena perusahaan telah memiliki sistem rantai pasok yang terintegrasi dan mendukung operasional gerai secara optimal.
Menurut Mirtha, keberadaan KDMP belum berdampak terhadap harga pembelian barang, kelancaran distribusi, maupun pasokan produk ke seluruh jaringan toko Perseroan.
Perusahaan juga memastikan belum ada gerai yang ditutup sebagai akibat dari pendirian maupun peluncuran KDMP.
Namun demikian, jika pada masa mendatang program tersebut memengaruhi operasional toko di wilayah tertentu, MPPA mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan pangsa pasar. Langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan, penyediaan produk yang lebih lengkap, menjaga kualitas produk segar, menawarkan harga yang kompetitif, serta memperkuat keandalan sistem distribusi.
Selain itu, perusahaan akan terus melakukan evaluasi terhadap portofolio gerai secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti performa toko, potensi pasar, struktur biaya operasional, masa sewa, kondisi lokasi, hingga strategi pengembangan jaringan usaha.
Di sisi lain, MPPA saat ini tengah menjalankan agenda ekspansi bisnis melalui akuisisi enam bidang tanah di Pulau Jawa dari pihak terafiliasi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp780 miliar.
Beberapa lahan yang telah diakuisisi dan berada di Surabaya, Gresik, serta Bogor direncanakan menjadi lokasi pengembangan jaringan ritel baru milik Perseroan.
Lokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas berbagai format usaha yang dimiliki MPPA, termasuk Hypermart, Hyfresh, Foodmart Fresh, Foodmart Primo, Boston, hingga FMX.
Berdasarkan data IDNFinancials, kebutuhan pendanaan untuk akuisisi lahan dan ekspansi jaringan tersebut berasal dari hasil aksi korporasi rights issue sebanyak 24 miliar saham dengan nilai penghimpunan dana sekitar Rp1,2 triliun.
MPPA menegaskan bahwa program KDMP belum memberikan dampak material terhadap rencana ekspansi perusahaan dalam jangka menengah. Kendati demikian, perusahaan tetap memasukkan perkembangan koperasi tersebut sebagai salah satu faktor dalam analisis dan pemetaan pasar ke depan.
“Keberadaan KDMP akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam melihat dinamika pasar, namun saat ini belum mengubah arah strategi ekspansi jangka menengah Perseroan,” kata Mirtha.












Tidak ada Respon