PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260604-WA0025

Danrem 084/Bhaskara Jaya Kunker ke Sumenep, Ajak Sukseskan Karya Bakti TNI AD 2026 di Madura

OlehKawan BeritaPada
Danrem 084/Bhaskara Jaya Kunker ke Sumenep, Ajak Sukseskan Karya Bakti TNI AD 2026 di Madura
Danrem 084/Bhaskara Jaya Kunker ke Sumenep, Ajak Sukseskan Karya Bakti TNI AD 2026 di Madura
A-AA+A++

Kawanberita.id – Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, di Kabupaten Sumenep, Kamis (2/7/2026) malam. Melalui forum silaturahmi bersama tokoh lintas elemen, Danrem mengajak seluruh komponen masyarakat memperkuat persatuan dan semangat gotong royong guna menyukseskan Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 yang tengah berlangsung di Pulau Madura.

Kegiatan yang digelar Kodim 0827/Sumenep di Hotel MYZE Sumenep itu berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan. Hadir dalam acara tersebut tokoh agama, anggota DPRD Kabupaten Sumenep, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kalangan pengusaha, budayawan, akademisi, para ketua asosiasi wartawan, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

IMG-20260604-WA0026

Silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Danrem 084/Bhaskara Jaya bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 084 dan rombongan di Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa membangun Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa. Menurutnya, tidak ada satu institusi pun yang mampu bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Indonesia dibangun dengan semangat gotong royong. TNI tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, pengusaha, insan pers, hingga seluruh masyarakat memiliki peran sesuai profesinya masing-masing. Ketika semuanya bersatu, Indonesia akan menjadi bangsa yang semakin kuat dan maju,” ujarnya.

Putra daerah asal Karawang, Jawa Barat, sekaligus alumni Akademi Militer (Akmil) 1999 itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berbagai dinamika yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Jangan sampai kita terhanyut oleh dinamika yang justru melemahkan persaudaraan. Perbedaan adalah hal yang biasa, tetapi kecintaan kepada NKRI harus selalu berada di atas kepentingan apa pun. Persatuan adalah kekuatan bangsa ini,” tegasnya.

Brigjen TNI Kohir mengungkapkan bahwa perjalanan hidupnya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Danrem 084/Bhaskara Jaya tidak diraih secara instan. Menurutnya, keberhasilan hanya dapat dicapai melalui kerja keras, disiplin, serta keberanian memaksa diri untuk terus berkembang.

“Kalau dulu saya tidak memaksa diri untuk belajar, bekerja keras, berpikir positif, dan terus mencintai NKRI, mungkin saya tidak akan sampai pada posisi seperti sekarang. Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk memaksa diri melakukan hal-hal positif, terus berkarya sesuai profesinya, dan memberikan manfaat bagi bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Kohir juga berbagi kisah bahwa pada masa mudanya ia pernah berkecimpung di dunia jurnalistik. Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan bangsa.

“Saya pernah berada di dunia jurnalistik. Karena itu, saya memahami bagaimana media memiliki kekuatan besar dalam memberikan edukasi, membangun optimisme, dan menjaga persatuan masyarakat. Itulah sebabnya saya selalu berusaha membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan para jurnalis di mana pun saya bertugas,” ungkapnya.

Atas kepeduliannya terhadap perkembangan media, Brigjen TNI Kohir bahkan pernah menerima penghargaan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai bentuk apresiasi atas kemitraannya dengan insan pers.

Sementara itu, budayawan nasional asal Sumenep, Zawawi Imron, mengajak seluruh masyarakat Madura untuk terus merawat nilai-nilai persatuan yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, masyarakat Sumenep memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Dalam berbagai kajian sejarah, Sumenep disebut memiliki keterkaitan dengan lahir dan berkembangnya Kerajaan Majapahit. Karena itu, semangat persatuan telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

“Bagi masyarakat Sumenep, Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan negara. Nilai itu telah hidup dalam budaya masyarakat sejak dahulu. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kecintaan masyarakat Madura terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak perlu diragukan.

“Orang Madura akan tetap setia kepada Indonesia. Indonesia adalah negeri yang diberkahi dan harus dijaga bersama. Karena itu, masyarakat Madura siap mendukung setiap program yang bertujuan membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 yang digelar selama dua bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Program yang berada di bawah tanggung jawab langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) itu mencakup sedikitnya 502 sasaran fisik, meliputi pembangunan dan perbaikan 33 jembatan, 47 sumur bor, 20 tempat ibadah, 400 rumah tidak layak huni (RTLH) beserta fasilitas MCK, serta dua sekolah.

Selain pembangunan fisik, TNI AD juga melaksanakan berbagai program sosial, di antaranya 355 operasi katarak gratis, donor darah sebanyak 1.000 kantong, khitan massal bagi 300 peserta, bakti kesehatan untuk 400 peserta, bakti lingkungan di 200 titik, empat operasi bibir sumbing, serta penanaman 2.000 pohon trembesi di berbagai wilayah Madura.

Dari empat kabupaten pelaksana, Kabupaten Sumenep menjadi daerah dengan sasaran terbanyak, yakni 142 titik. Hal itu menunjukkan besarnya perhatian TNI AD terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah paling timur Pulau Madura.

Melalui silaturahmi tersebut, Danrem berharap semangat “Bersama Rakyat TNI Kuat” tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi, gotong royong, dan persatuan, Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

IMG-20260605-WA0015